Kamis, 17 Mei 2012

Endless Love


My love, There's only you in my life
The only thing that's bright
My first love, You're every breath that I take
You're every step I make

And I
I want to share All my love with you
No one else will do...
And your eyes, Your eyes, your eyes
They tell me how much you care
Ooh yes, you will always be
My endless love

Two hearts, Two hearts that beat as one
Our lives have just begun Forever
I'll hold you close in my arms
I can't resist your charms

And love Oh, love
I'll be a fool For you, I'm sure
You know I don't mind Oh, you know I don't mind

'Cause you, You mean the world to me
Oh I know, I know
I've found in you
My endless love

Rabu, 18 April 2012




IF YOU'RE NOT THE ONE

If you’re not the one then why does my soul feel glad today?
If you’re not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call
If you are not mine would I have the strength to stand at all

I'll never know whatthe future brings
But I know you're here with me now
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with

I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?

If I don’t need you then why am I crying on my bed?
If I don’t need you then why does your name resound in my head?
If you’re not for me then why does this distance maim my life?
If you’re not for me then why do I dream of you as my wife?

I don’t know why you’re so far away
But I know that this much is true
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I pray in you’re the one I build my home with
I hope I love you all my life

I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I can stay in your arms?

‘Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today
‘Cause I love you, whether it’s wrong or right
And though I can’t be with you tonight
You know my heart is by your side

I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I could stay in your arms

Minggu, 01 April 2012

Memberi Kritik dengan Manis

Jika kita tahu bagaimana rasanya mendapat kritik pedas, maka pandangan kita tentu akan berubah dalam hal memberi koreksi negatif kepada seseorang. Kalau kita enggan bergaul dengan orang yang suka mengkritik dan cenderung menghakimi maka tentu orang lain pun akan punya sikap yang sama bila kita juga suka memberi kritik yang tak adil.

Seseorang yang mendapat kritik negatif bisa merasa down dan emosi atau terbentuk semakin matang tergantung pada kemampuannya dalam meresponnya. Namun seseorang juga bisa menghancurkan semangat atau membina orang lain semakin dewasa tergantung pada kemampuannya dalam memberi kritik. Setiap orang pernah mendapat atau memberi kritik. Maka mempelajari seni merespon dan memberi kritik dengan manis agar tetap bisa menjalin dan membina hubungan tetap harmonis perlu.

Tidak tertutup kemungkinan di saat-saat tertentu koreksi harus diberikan. Itu bisa dilakukan tanpa harus konfrontasi frontal yang bisa merusak hubungan. Kritik yang dilontarkan tanpa sikap hati-hati, destruktif, bukan hanya akan merusak hubungan tapi juga kepribadian pengkritik serta orang yang dikritik. Hendaknya, kalau memang harus mengkritik, tidak dilandasi sikap emosi dan perasaan subyektif.

Beberapa orang berkata yang dibutuhkan sekarang adalah cheerleader, pemanduk sorak. Sudah cukup banyak pengkritik di dunia. Akan tetapi di saat-saat tertentu koreksi sangat dibutuhkan. Maka kritik itu bisa dibungkus dalam kata-kata dan dorongan positif. Yang perlu diperhatikan pertama-tama sebelum memberi kritik adalah orang yang dikritik itu harus dihargai, apa adanya, segala usaha yang telah ia lakukan serta progresnya sejauh ini.

Tujuan kritik itu mestinya membantu, bukan mempermalukan. Karena itu, sebelum memberi kritik, periksa motif. Ini penting. Ini akan mendorong pengkritik untuk bertanya pada diri sendiri apakah saya mengkritik karena persoalan pribadi? Bila terlalu melibatkan emosi atau persoalan pribadi biasanya yang muncul biasanya adalah reaksi negatif. Sangat tidak adil bila memutuskan persoalan itu layak dikritik atau tidak hanya berdasarkan perasaan subyektif. Kritik yang baik harus memberikan dampak positif pada kedua belah pihak, pelaku dan penerima, bukan untuk membuat semangat menjadi layu dan mati.

Kemudian, saya mengkritik, apakah hanya untuk membuat saya kelihatan lebih baik darinya? Mengkritik orang lain untuk meninggikan diri sendiri merupakan bentuk pemuasan ego yang paling rendah, pertanda ketidakmampuan berkompetisi dengan sportif. Pertanda merasa tidak aman. Selain itu perhatikan juga apakah kritik itu hanya untuk mendatangkan kesenangan kepada saya? Bila ya, sebaiknya menahan lidah dulu.

Ingatlah, seperti yang dikatakan dalam sebuah buku pengembangan pribadi bahwa kita tidak perlu mendekorasi pekarangan tetangga dengan tisu kamar mandi hanya untuk membuat teras rumah kita kelihatan lebih indah. Tidak perlu meniup lilin orang lain untuk membuat lilin kita bersinar.

Beberapa pakar manajemen kepribadian mengatakan bahwa diperlukan sembilan komentar positif untuk memberi keseimbangan pada satu kritik atau koreksi negatif, (9+:1-). Agar bisa menahan lidah untuk tidak selalu memberi koreksi negatif adalah dengan semakin banyak bertanya dan mendengarkan. Semakin banyak kita berbicara (saja) semakin sedikit kita didengarkan.

Sebelum mengkritik, agar tidak menimbulkan sakit hati, tanyakan pada diri sendiri, apakah kritik ini benar-benar penting? Apakah memang harus dikritik? Sebab tidak tertutup kemungkinan kritik dilontarkan dan terlibat dalam pertarungan kata-kata, yang sebenarnya tidak perlu terjadi hanya karena kesombongan.

Lebih baik menghindari kritik sepele, yang hanya merendahkan orang lain. Orang yang suka merendahkan orang lain akan rendah. Solusinya adalah dengan melihat jauh ke depan, ke arah tujuan yang lebih besar agar perhatian tidak direcoki oleh persoalan-persoalan yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Apabila persoalan itu perlu dikoreksi, kritik dan bersikaplah spesifik, to the point. Utarakan tepat ke jantung persoalan, dengan kata-kata yang tepat serta berikan contoh spesifik dan aktual. Artinya tidak perlu berkeliling ke sana ke mari “ ngalor-ngidul “ dengan persoalan tanpa pernah memberikan solusi. Jika tidak bisa bersikap spesifik, lebih baik menahan komentar. Jangan berargumen untuk kelemahan orang lain. Orang yang membeberkan persoalan dan koreksi negatif tanpa bisa menanganinya biasanya kurang dihargai, kurang kerjaan, kurang ajar.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, dibutuhkan pujian tulus sebelum memberikan kritik, maka koreksi yang diberikan seharusnya bukan untuk merongrong kepercayaan diri orang itu. Maka penting sekali, sebelum mengkritik, untuk menemukan paling tidak satu bidang keahliannya kemudian puji dengan tulus, bukan pura-pura atau dengan teknik tertentu. Orang tahu apakah pujian kita itu manipulatif atau tidak.

Kredit yang diberikan harus makin menumbuhkan kepercayaan diri orang itu, meningkatkan semangatnya dan membangun rasa percaya diri yang kokoh bahwa ia punya kemampuan untuk mengatasi kekurangannya. Kritik yang baik adalah bilamana kritik itu ditanggapi dengan sikap responsif positif. Ini bisa dilakukan kalau selalu berusaha untuk tidak memberikan kritik pedas.

Prinsip pendekatan proaktif dan komunikasi empatik sangat mendesak untuk diterapkan, yaitu berusaha mengerti dahulu. Berinteraksi secara empatik bukan berarti harus setuju dengan seseorang, namun mengerti sepenuhnya orang itu, secara emosionil dan intelektuil.

Ini akan lebih efektif lagi jika tidak membandingkannya dengan orang lain. Tidak ada yang mau dibanding-bandingkan. Fokus pada individunya jauh lebih baik daripada membanding-bandingkan dengan orang lain. Berurusanlah dengan orangnya, sebab membanding-bandingkan selalu menimbulkan kekesalan, yang menghasilkan kebencian.

Orang yang dikritik rentan emosi. Dalam situasi demikian, fokus pada persoalan yang sudah ada jauh lebih baik ketimbang menciptakan masalah baru yang hanya membangkitkan emosi yang panas. Pegang dan ungkapkan fakta dengan manis untuk menghindari sikap defensif. Artinya hindari konfrontasi panas. Mengecam dan mengkritik mudah, tidak perlu banyak energi. Tapi dibutuhkan sinergi “kesabaran, kasih, sikap positif“ untuk membuatnya kembali ke jalur dan tetap semangat.

Kritik yang konstruktif sesungguhnya adalah perpaduan koreksi kreatif-positif, melampaui masalah serta menolong orang itu untuk melihat persoalan dan menemukan pemecahannya. Memang lebih mudah mengkritik dibanding membantu mencari solusi. Tapi jelas itu bukan jalan terbaik. Akan lebih arif lagi untuk tidak mengomentari masalah kalau tidak siap menegakkannya.

Kehidupan ini harus dipandang sebagai arena koperatif, bukan kompetitif yang berujung pada kesimpulan menang-kalah. Banyak orang mengkritik dan cenderung berpikir secara dikotomi saya pintar-kamu kurang pintar, saya bisa berpakaian rapi-kamu tidak, dll. sehingga timbul sikap kamu kalah-saya menang, dan kamu mesti dikritik. Cara berpikir seperti ini pada dasarnya cacat.

Filosofi kemenangan dan pertumbuhan untuk mencapai keberhasilan bersama jauh lebih baik daripada menjadikan seseorang pecundang yang harus dikritik. Dalam buku Tujuh Kebiasaan Manusia Yang Paling Efektif karya Stephen R. Covey dikatakan jauh lebih baik bila kita berusaha untuk menggapai kemenangan berdua jangka panjang ketimbang kemenangan pribadi sesaat.

Jadi, yang mesti diutamakan adalah memecahkan persoalan, bukan menghakiminya. Yang coba dihandel adalah persoalan yang dihadapai saat itu. Sebab hanya akan merusak kredibilitas bila kritik itu menjadi serangan pribadi. Tak ada yang menang dalam situasi yang demikian.

Dalam pada itu, kritik harus diungkapkan tepat pada waktunya, pada tempatnya. Kapan? Di mana? Segera setelah mengetahui sesuatu tidak beres. Kalau menunggu terlalu lama momen yang menguntungkan itu bisa hilang dan persoalan pun hanya menjadi sejarah, tanpa pemecahan.

Tepat waktu juga akan sangat menolong agar mampu tetap konsisten dengan fakta, menjaganya tidak lari ke mana-mana, serta menggunakan insiden itu sebagai kesempatan untuk menolong orang itu tumbuh. Kritik juga mestinya disampaikan langsung kepada yang bersangkutan, secara privat, bukan lewat pengeras suara. Mengkritik di depan umum cenderung hanya untuk mempermalukan, mencela, atau menonjolkan diri di hadapan orang lain.

Ada orang yang gemar mengkritik karena dia lebih suka melihat kepada orang lain dan tidak melihat pada diri sendiri. Sebelum mengkritik, ada baiknya melihat pada diri sendiri dulu sebelum melihat pada orang lain. Tanyakan pada diri sendiri, apakah saya bisa melakukan sebaik yang dia lakukan? Sebab tidak tertutup kemungkinan seseorang mengkritik orang lain dan keberhasilan yang telah dicapai pada hal dia sendiri belum tentu bisa melakukannya.

Itu sebabnya perlu melihat dari kacamata orang lain. Siapa tahu pengkritik itu sendiri sebenarnya yang perlu membuat perubahan. Tapi kalau persoalan itu memang layak dan harus dikoreksi, kritiklah dengan manis dan konstruktif serta akhiri dengan dorongan semangat. Mengkritik seseorang dengan membabi-buta tanpa pemecahan dan dorongan semangat, meninggalkannya patah semangat merupakan tindakan yang tak manusiawi.

Goethe, penyair Jerman berkata, œKoreksi melakukan banyak hal, tapi dorongan semangat melakukan lebih banyak lagi. Mengkritik orang tanpa memberi dorongan sama sekali, tanpa pujian pertanda ego yang rapuh dan selfish “ mementingkan diri sendiri.

Di saat-saat tertentu memberi kritik memang perlu. Karena itu kuasailah seni mengkritik dengan elok. Semakin dalam kita mengerti seseorang, semakin kita menghargainya, semakin hormat perasaan kita kepadanya, meskipun ia punya kekurangan. Kalau persoalan itu memang perlu dikoreksi, kritiklah dengan manis. Anda pasti bisa!

Candanya, Hilang

Saya butuh suami yang mau duduk dan menemani saya.Bukan hanya membiayai pengobatan yg mahal,makanan yg enak dan perawatan di rumah sakit yang paling utama,"keluh seorang isteri yang sedang sakit berat.

Anaknya yg melihat penderitaan ibunya berkata,"Mam,tatkala kita masih dirumah kecil,hubungan kita terasa hangat.Ada nada2 nyanyi bersama sebelum tidur.Ada canda dan tawa ria saat menonton acara TV."Tetapi setelah rumah kita menjadi besar,dan pangkat ayah semakin tinggi,hubungan kita semakin mengecil dan dingin,semakin jauh saja. Kita kehilangan ayah".Kebahagiaan yang tadinya dimiliki keluarga ini hilang ditelan oleh kegiatan2 suami yg mempunyai jabatan yang semakin tinggi.Ada apa dengan suamimu? tanyaku balik."Dia memang pekerja keras,karirnya cemerlang sehingga sampai kedudukan seperti ini. Rumah kami besar,dan segala kebutuhan material kami dipenuhi,"desahnya sambil berhenti sejenak menyeka airmatanya.Sejak dia menjadi Pres.Direktur di perusahaannya,hubungan kami semakin renggang.Kami jarang berkomunikasi. Kelelahan fisiknya karena kerja keras setiap hari membuatnya ingin istirahat dan tdk mau diganggu tatkala tiba dirumah. Kami hanya bicara seperlunya dan kehilangan kehangatan seperti saat ia masih pimpinan tingkat menengah.Kami pun tertegun lesu mendengar penuturannya.

Sebuah harapan yang sangat sederhana.Sang isteri tdk banyak menuntut dari laki-laki yg dulu menjadi idolanya.Materi yg cukup dan kehormatan kekuasaan tdk mampu mengobati rasa sakitnya.Ia masih ingat tatkala laki-laki itu mengucapkan kalimat:"Saya akan menerimamu sebagai isteri yang sah dan satu-satunya.Saya akan selalu setia,dalam suka dan duka,dalam susah dan senang...sampai maut memisahkan kita."

Kini,ucapan itu hanya terbukti pada saat senang dan suka.dalam keadaan susah dan duka,kehangatan dan kehadiran serta perhatian itu hilang karena sebuah pertemuan dengan rekan bisnisnya/pelanggan,atau negosiasi proyek2 atau menemani rekan2nya main golf.

Menjadi suami yg baik adalah sebuah keharusan yg seringkali diabaikan.Peran sebagai seorang ayah/suami hanya dijalani sambil lalu saja. Padahal menjadi suami berarti melepaskan diri dari pangkat yg ada dikantor dalam berhubungan dengan isteri.Isteri adalah satu2nya pelanggan yg harus dilayani.Harus dipuaskan dan menjadi sumber inspirasi bagi kebahagiaan keluarga.

Kalau sdh mulai mencampur adukkan tindak-tanduk sebagai pipmpinan dikantor dengan perilaku suami,maka ikatan keluarga akan berantakan.Ini dua peran yang terpisah tapi saling berhubungan.Jangan biarkan kasih emosional meluntur.Bila kasih rasional berkuasa,maka tak heran banyak pernikahan kristen yang sebenarnya sdh runtuh dan parah tapi terbingkai rapi oleh kemunafikan karena alasan tdk bisa cerai.Secara fisik mereka bersama,tetapi secara hati sebenarnya sdh terpisah jauh sekali.Kelihatannya bersatu sebagai suami/isteri diluar.tapi didalam rumah mereka adalah seteru yg sudah tidak saling menghormati.

Menjadi ayah yang mau membimbing yg kata2nya penuh hikmat adalah harapan murni seorang anak.Anak butuh kehangatan pelukan sang ayah,bukan tebalnya selimut sutra.Anak butuh pengertian dan bukan saja peraturan yg mesti dilakukan.Anak butuh diskusi bukan perintah yg harus ditaati.Itu berarti butuh waktu yang harus dialokasikan dengan tepat,

Laki-laki itu harus bisa memainkan perannya sebagai seorang SUPERMAN
Super dibidang pekerjaan
Super sebagai ayah bagi anak2nya
Super sebagai suami bagi Isterinya.

Ini bukan pilihan,tetapi kewajiban mutlak yg tak boleh didebat bila seorang laki-laki berani mengambil langkah hidup berkeluarga.

Apakah hal diatas dapat dicapai? Ya..Bila kita selalu melibatkan Tuhan dalam perjalanan keluarga kita masing-masing dan Tidak..Bila kita menjauh dari Dia yang menciptakan kita dan mengandalkan superioritas kita sendiri.

Rekan2 pria yg belum menikah,pertimbangkanlah hal2 diatas agar memiliki keluarga yg harmonis.

Selasa, 20 Maret 2012

New Day is New challenges

Hari baru.... tantangan baru.... masalah baru.... luar biasa....
Mengapa....????? 
Iya, karena setelah masalah yang satu selesai pasti ada masalah yang lainnya, untuk melatih kita agar lebih bijaksana dalam menyikapi dan menyelesaikan berbagai masalah dan tantangan hidup kita masing-masing.
Entah itu masalah kehidupan dalam ekonomi,sosial-budaya,politik,keamanan,pendidikan,kesehatan,rumah tangga,percintaan,hubungan atau relasi dengan sesama dalam pekerjaan dan lain-lain.

Yang menjadi permasalahannya adalah .... 
Bagaimana caranya untuk kita bisa mengatasi masalah tersebut...???
Terkadang ada sebagian orang dengan lantang dapat berkata-kata bahwa itu gampang sekali untuk diselesaikan bukan hal yang sulit, tanpa berpikir lebih jauh....
Terkadang ada sebagian orang dengan keangkuhan dan kesombongannya berkata bahwa hal itu sudah pernah aku alami jauh sebelumnya dan tanpa berpikir lagi.... bisa jadi masalah tersebut pasti akan dihadapinya kembali
(bersyukur.... jika masalah yang pernah kamu alami bisa kamu hadapi dengan baik tanpa masalah, namun jika masalah tersebut kamu alami kembali tanpa bercermin pada masa yang lalu kamu akan terjebak,terperosok,terperangkap lebih dalam tanpa kamu sadari dan boleh dikata masalah yang sama datang dengan tingkat kesulitannya yang lebih tinggi karena terselubung!!!)    

Masalah dan tantangan hidup boleh datang silih berganti ... 
Karena dibalik semua itu dapat menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih tangguh, kuat dan baik.
Karena dibalik semua itu dapat menjadikan kita sebagai pribadi yang tidak angkuh dan sombong
Karena dibalik semua itu dapat menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih rendah hati dan bijaksana 
Karena dibalik semua itu dapat menjadikan kita sebagai pribadi yang tahu bersikap dalam situasi apapun
Karena dalam menghadapi masalah dan tantangan hidup kita harus selalu berjalan dalam kehendak-NYA
Karena dibalik semua itu dapat menjadikan kita sebagai pribadi yang disenangi TUHAN   

Seringkali kita tidak menyadari kalau masalah yang datang akibat dari kesalahan diri kita sendiri.
Kita digodai oleh hawa nafsu dan keinginan kita sendiri
Kita yang dulunya telah mengerti hal-hal yang seharusnya tidak kita lakukan namun karena keegoisan, kecuekan, dan menganggap ini adalah hal yang biasa atau sepele akhirnya menemui masalah itu sendiri.... Sungguh ironis...... 
Dimana letak kesalahannya???? 
Apakah karena sikap terlalu anggap enteng terhadap masalah atau karena memang hati kita sudah dibutakan dengan berbagai kesibukan dunia ini sehingga tidak berjalan sesuai dengan kehendak-TUHAN ???
Sungguh alangkah bodohnya kita yang tidak menyadari akan hal ini    

Kita yang seharusnya bisa menjadi teladan bagi sesama malah menjadi penghalang bagi sesama 
Kita yang seharusnya bisa menjadi panutan bagi sesama malah menjadi sandungan bagi sesama    
Kita yang seharusnya bisa menjadi contoh yang baik bagi sesama malah menjadi cemooh bagi sesama    
Kita yang seharusnya bisa menjadi kekuatan bagi sesama malah menjadi kelemahan bagi sesama      
Kita yang seharusnya bisa menjadi berkat bagi sesama untuk melihat kemuliaan TUHAN yang nyata disetiap kehidupan kita malah menjadi kutuk bagi sesama
Kita yang seharusnya menyadari masalah ini malah membiarkan begitu saja terjerumus kedalamnya tanpa ada antisipasi, pencegahan atau apapun namanya untuk memproteksi diri kita sendiri...      
Apakah terlalu dini untuk melihat dan menilai hal ini????
hanya langkah akhirlah yang menetukan semuanya.... 

Namun sangat amat disayangkan jika masalah dan tantangan hidup tidak dapat segera diselesaikan
Kadang aku berpikir didalam kesendirianku banyak sekali pertanyaan yang tidak bisa dijawab...
Padahal setiap pertanyaan pasti ada jawabannya.... :-)
Setiap masalah ada jalan keluarnya 
Semuanya ada pasangannya masing-masing!

Kehidupan pasti ada kematian, ada Kiri ada kanan, ada atas ada bawah, ada kaya ada miskin, ada gemuk ada kurus, ada sehat ada sakit, ada suka ada duka, ada tawa ada tangis, ada lapar ada haus, ada hitam ada putih,ada adam ada hawa, ada pria ada wanita, setiap orang ada pasangannya masing-masing dan begitupun ada aku ada kamu.
Semuanya ada didalam masalah dan tantangan hidup ini.....
Sungguh alangkah bahagianya kita yang bisa menghadapi masalah dan tantangan hidup bersama dengan YESUS 







Senin, 19 Maret 2012

100 hari mencari cinta

Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.

Tina    : "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi waktu denganku."



Peter   : "Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua saja yang tidak punya pasangan sekarang." (keduanya mengeluh & berdiam beberapa saat)



Tina    : "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?"



Peter  : "Eh? permainan apaan?"



Tina   : "Eng... gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?"



Peter  : "Baiklah... lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan ke depan"

Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... semangat dong! hari ini akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"

Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen deh. katanya film itu bagus"

 Tina: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke karaoke ya... ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."

Peter : "Boleh juga..."
(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang malam harinya)




***

Hari ke 2:

Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe, suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Tina.


***

Hari ke 3:

Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat Peter.Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.


***

Hari ke 25 :

 Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.




***

Hari ke 41:

Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang tahunnya.


***

Hari ke 67 :

Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.


***

Hari ke 72 :

 Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.. Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang", kemudian peramal itu meneteskan air mata.


***

Hari ke 84 :

Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.


***

Hari ke 99 :

Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.

@ 15:20 pm

Tina: "Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar."

Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu mau minum apa?"

Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari ini. Sebentar ya"

Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta selalu macet.

@ 15:30 pm

Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga. Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah panik.

 Peter          : "Ada apa pak?"

Orang asing : "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu adalah temanmu"

Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu. Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang, tergeletak tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya. Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat. Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit. Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.

@ 23:53 pm

Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya."

Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi terlihat damai.

Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan erat. Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat dalam di hatinya. Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.

Dear Peter...

Ke 100 hari kita sudah hampir berakhir. Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.

Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak, tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.

Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku. Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya.

Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai,

Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.


@ 23:58

Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku?
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya..

Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari! Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!

Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian! Tina, Aku sayang kamu...!"

Jam dinding berdentang 12 kali.... jantung Tina berhenti berdetak.

Hari itu adalah hari ke 100...

Cerpen - Janji

Semua tak sama.. Tak pernah sama
Apa yang kusentuh, apa yang kukecup
Sehangat pelukmu.. Selembut belaimu
Tak ada satupun yang mampu menjadi sepertimu

song by Padi


***




Sepertinya lagu ini sangat tepat dengan apa yang aku alami... beberapa tahun lalu. Aku begitu mengagumi sosoknya, tidak hanya sikap atau perilakunya melainkan pembawaannya mengingatkanku akan ibuku yang kini telah tiada. Parasnya cantik dan lembut, aku suka itu. Sikapnya yang terkadang menurutku konyol namun menggemaskan bahkan membuat aku merindukannya. Senyuman dibibirnya,lesung pipinya, rambutnya yang panjang dan juga lincah serta periang. Aku bahkan tak pernah melihatnya bersedih atau bermuka muram.

Seakan-akan begitu sempurna Tuhan menciptakannya dengan suatu keindahan yang terpancar dalam wajahnya yang penuh dengan keceriaan. Ada aja topik atau bahan pembicaraannya yang menghiasi hari-hari kami dan mungkin itulah yang membuat aku tertarik padanya.
Dia mampu mengalihkan duniaku...... ^_^
 

***


"Hai... lagi apa neh, pada ngumpul ?? Pasti lagi menceritakan tentang dirku, yah? " kata Elin sembari mengambil kursi dan duduk di hadapanku. Sejenak aku terpaku oleh kedatangannya yang tiba-tiba mengejutkan pembicaraanku dengan yang lainnya.   

"Mangnya, loe artis apa??? jadi bahan pembicaraan kita-kita..." celetuk Deska dan terdengar pula suara tawa Rain, Ivan, Tika, Itha, Yani serta Tommy bersamaan.

"Hehehehehehe, gak lha... kan cuma prediksi aja... So, gimana hari ini kita jadi latihan musiknya kan??? " tanya Elin sambil memandangku dengan senyuman. Yang pastinya aku tahu bahwa pertanyaan tersebut bukan ditujukan kepadaku.

"Iyaaaaa..... sister, kita jadi latihan hari ini. Lagunya dah loe siapin, kan??? tanya Tommy yang tugasnya sebagai penabuh drum.

"Siiip..... tinggal dinyanyikan aja, by the way... ada personil baru yah??? kenalin donk??" jawab Elin sembari terus menatapku dengan tatapan matanya....seakan-akan dia terpesona dengan aku.

Akupun jadi grogi....salah tingkah tapi harus aku sembunyikan ternyata neh cewek berani juga, gumamku dalam hati....

"Oh...ini namanya Leon.... dia pintar lho, main gitarnya. Loe pasti suka dengan keahliannya.... gak bakal nyesel deh" rayuan maut si Rain menggoda ku. Akupun memberanikan diriku untuk berkenalan dengannya.... "Leon...." kataku singkat


***


Beberapa minggu kemudian ....

"Tahu gak seh.... gue paling suka banget makan mie goreng ... mmmm... kalau kamu??" tanya Elin suatu waktu ketika kami sedang menunggu teman-teman yang lain untuk latihan musik distudio bersama. sekali lagi dengan senyumannya yang menawan. 

"Nasi goreng" jawabku singkat sambil menatap matanya. Dia pun mulai mengalihkan tatapannya dan menatap kedepan menghindari tatapan mataku...

"Kemarin latihannya kayak kurang mantap yah?? gimana menurut loe?" tanya Elin melanjutkan pembicaraan

Gilaaaa.... neh cewek.... tadi ngobrolnya tentang dunia kuliner kok sekarang lompat ke dunia musik??? gumam ku dalam hati akupun mulai tahu kalau ternyata pembicaraan kami tadi bahwa dia hanya ingin tahu kesukaan masing-masing.


***


Beberapa bulan kemudian ...

Hari ini aku merasa sepi..... sepi tanpa senyumannya yang selalu menghiasi hari-hari latihan kami. Elin sudah hampir seminggu gak nongol di studio tempat biasanya kami berkumpul untuk berlatih. Dia tengah fokus pada ujian akhir semester di tempat perkuliahannya. 

Aku salut dengan kepribadiannya, berjiwa pemberani walaupun agak sedikit cerewet menurutku. Suaranya bagus aku suka..... mewakili ciri khasnya yakni Elin sendiri. Dia bangga menjadi dirinya sendiri. Dia sosok yang tak pernah aku jumpai sebelumnya, bertanggung jawab, care, tulus, humoris sederhana namun menarik. sepertinya ada sesuatu yang begitu spesial dalam dirinya. Selain pembicaran-pembicaraan kami, aku suka cara berpikirnya yang simple dan juga kritis. Disamping itu dia juga wanita yang giat dalam bekerja walaupun pekerjaannya bukan sebagai sekertaris general manager disebuah perusahaan besar melainkan hanya sebagai tenaga administrasi di sebuah Apotik.

Dia bangga dengan pekerjaannya itu, satu hal yang aku ingat dari pembicaraan kami, bahwa pekerjaan yang dilakukan dengan sepenuh hati tanpa keluh kesah adalah merupakan pelayanan yang mulia... itu prinsipnya.

Dia orang yang tegar.... keluarganya adalah keluarga yang sederhana. meskipun orang tuanya bisa membiayai hidupnya namun dia belajar untuk mandiri... karena menurutnya dia harus belajar selagi masih muda. Dia anak pertama dari tiga bersaudara. Ada beberapa adiknya yang harus melanjutkan sekolah bahkan kuliah mereka. Dan karena itulah dia berusaha untuk memenuhi kebutuhannya sendiri tidak mau membebani orang tuanya, termasuk untuk biaya kuliahnya.

Aku tak menyangka untuk seorang Elin dia tahu semua lagu dari jaman Adam ampe jaman sekarang.... dibandingkan aku tentunya. Dia suka musik pop, slow rock, jazz, blues bahkan instrumentalia ada banyak lagu-lagu dalam bahasa inggris yang dihapalnya... banyak yang aku pelajari dari kehidupannya yang sederhana. meskipun dia terpaut umur hanya 1 tahun lebih tua dariku namun dia tidak sungkan untuk bertanya pula kepadaku apabila ada yang tidak dia ketahui soal musik.


***


Beberapa tahun kemudian .....

Sudah dua puluh menit aku berada didalam toko kaset ini. Aku mencoba mencari beberapa lagu untuk bahan referensiku mengasah skill ku dalam bermain gitar. Aku punya beberapa kaset rock dan aliran music lainnya seperti milik Gun's n Roses, Metalica, Scorpions, Rod Stewart, Payable On Death (POD), Simple Plan, The Corrs, Michael Learns to Rock dan bahkan jaman-jaman tempo doeloe seperti The Bee gees,The Beatles dan yang lainnya...

"Sayang.... sudah ketemu belom kaset yang kamu cari?" tanya Elin menghampiriku dengan beberapa kaset ditangannya. Dia pun sedang mencari lagu sebagai referensi buat menambah pembendaharaan koleksinya.

"Iya, sudah dapat..." jawabku pula. Kami pun menuju kasir dan langsung aku bergegas mengantarkan Elin pulang kerumahnya.

Sudah dua tahun lebih kami menjalin hubungan asmara. kami merasa nyaman dengan hubungan cinta kami. kami bisa saling menjaga, berbagi cerita dan juga melakukan aktivitas musik bersama-sama. meskipun komitmen untuk melanjutkan hubungan kami berdua ke jenjang pernikahan belum terlintas dibenak kami...

Disuatu waktu dalam ingatanku, kami berdua pernah mengobrol sampai jauh malam.... kami berbagi mengenai prinsip hidup masing-masing. walaupun ada beberapa pandangan yang berbeda menurut kami, tapi tidak membuat kami menyerah.... meskipun jika Tuhan menijinkan suatu waktu nanti kami akan merajut kasih dalam hubungan pernikahan, kami tidak akan mempertentangkan masalah perbedaan prinsip.

Aku merasakan bahwa malam itu adalah malam yang sangat indah bagiku bisa berdua dengannya. disela-sela pembicaraaan kami, aku melihat dia begitu memperhatikan apa yang aku bicarakan... tatapan matanya begitu indah bahkan tepat kena pada jantung ku....aku merasa jantungku berdegup dengan kencang.... aliran darah mengalir begitu deras diseluruh tubuhku..... bahkan sampai-sampai aku tidak bisa berkonsentrasi terhadap pembicaraanku ini terbukti dengan ada beberapa kata yang kadang aku salah atau kecepatan dalam mengucapkannya.....

Ya Tuhan....., ada apa denganku??? Apakah aku benar-benar sakit??????    

Dia memang pintar dalam mengalihkan situasi pembicaraan. inilah saat yang aku perlukan dimana aku merasa seperti orang yang sedang jatuh cinta... oh my God, is it really? I am falling in love..... fallling in love??? with Elin, that woman in front of me.

Aku tak bisa lagi menggunakan logikaku untuk berpikir keras bahwa aku jatuh cinta padanya, wanita yang telah setahun lebih ini dekat denganku. Aku menepis pikiran ini jauh-jauh.... tapi kenapa hatiku merasakan ada kekuatan yang begitu kuat??? ketika aku sekuat tenaga melawan pikiran ini tetapi dengan sekuat tenaga pula perasaan ini begitu menekanku...membuat nafasku serasa sesak.... oh.... tidak, apakah ada masalah dengan jantungku?????

Aku mulai meneguk segelas air putih yang ada dihadapanku... sambil berusaha untuk konsentrasi kembali dengan percakapan kami. Elin bercerita dan share padaku tentang impiannya mengenai pasangan hidup. Menurutnya jika dia menikah nantinya dan pada akhirnya dia tahu bahwa suaminya adalah pemabuk dan selalu menyakitinya, dia tidak akan  menyesal. mengapa? karena dia telah berjanji untuk sehidup semati baik dalam keadaan susah maupun senang dalam ikrar pernikahannya. 

Aku  begitu terharu dengan apa yang disampaikannya. itu menunjukkan bahwa dia adalah orang yang setia dalam kehidupannya, bertanggung jawab atas perkataannya. Dalam hatiku, aku berdoa semoga yang menjadi pasangan hidupmu nanti adalah bukan seorang pemabuk atau orang yang selalu menyakiti hatimu melainkan orang itu adalah orang yang penyayang, yang mencintai kamu dengan tulus dan selalu membuat kamu bahagia seumur hidupmu... 
dan aku sungguh berharap orang yang dapat memberikanmu kebahagiaan itu adalah aku...

Tanpa sadar tanganku tiba-tiba menggenggam tangannya..... jantungku semakin berdegup kencang. aku mulai membelai rambutnya yang halus dan terurai panjang, tiupan angin malam itu begitu dingin kurasa namun hatiku begitu hangat tatkala aku membelai pipinya yang halus dan ia pun memejamkan matanya seakan menikmati belaianku...

Akupun mendaratkan ciuman didahinya... ciuman pertama, entah kekuataan dari mana yang mendorongku untuk melakukannya setelah sekian lama kami bersama. Satu hal yang ada dibenakku adalah aku ingin melindunginya, memberikan rasa aman sebagai seorang laki-laki yang lebih baginya, mencurahkan rasa kasih dan sayangku hanya baginya seorang.
 
Aku memberanikan diri untuk mengatakan bahwa aku mencintainya. Dan berjanji akan menjaga hubungan cinta kami selamanya. Ia tersenyum begitu menawan. Aku sungguh terpana dengan senyumannya.

Akupun mendekapnya... dan ia pun membalas memeluk ku dengan erat seakan-akan tak ingin lepas dari dekapanku. kami hanya terdiam dan tak ada kata-kata yang keluar dari mulut kami hanya bahasa tubuh yang mengartikan rasa ini... yakni kami berdua ternyata saling mencintai.   

Saat seperti ini, telingaku seperti mendengar sayup-sayup lagunya Shania Twain 'From This Moment' yang sering dinyanyikan Elin ketika kami latihan distudio....

From this moment life has begun 
From this moment you are the one
Right beside you is where i belong
From this moment on

From this moment I have been blessed
I live only for your happiness 
And for your love I'd give my last breath 
From this moment on 

I give my hand to you with all my heart
Can't wait to live my life with you can't wait to start 
You and I will never be apart 
My dreams came true because of you 

From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this 
There is nothing I wouldn't give 
From this moment on 

You're the reason I believe in love 
And you're the answer to my prayers from up above 
All we need is just the two of us 
My dreams came true because of you 

From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this 
There is nothing I wouldn't give 
From this moment 
I will love you as long as I live 
From this moment on



*** 


Masa kini .....

Segelas Cappuccino menemani sore hariku yang indah disebuah cafe yang dulu pernah aku datangi. Sudah setahun berselang, aku tidak mendengar kabar darinya. Ini adalah kesalahanku. Kesalahan yang jika kuingat kembali semakin memberitahuku bahwa aku memang bodoh.....

Aku begitu rapuh, tatkala Elin harus pindah ke kota lain karena urusan pekerjaan yang digelutinya mengharuskan dirinya tinggal dikota tersebut selama beberapa bulan.

Ku akui  memang aku mudah tergoda, selang beberapa bulan sejak kepindahan Elin, group musik kami harus mencari vokalis baru. Dan aku terpikat dengan Lisa vokalis baru tersebut.

Aku tidak bisa memegang janjiku pada Elin. Dimana, jarak dan waktu memisahkaan kami berdua yang harus berhubungan semakin jauh pula hubungan aku dan Elin. 
Ku akui Lisa lebih muda dariku, smart, modis, manis,genit dan periang (ada beberapa kesamaan yang aku temui dalam diri Lisa dan Elin), orang tua Lisa adalah orang yang terpandang dan memiliki usaha atau bisnis yang terkenal. Kalau dibilang orang gedongan lah. 

Aku jatuh hati terhadap Lisa. Disaat Elin jauh dariku, Lisa lah yang mendekat dengan ku. Dari beberapa karakter dan sikap, aku lebih memilih Elin.
Tapi........ godaan itu semakin membuat aku tersiksa. Jujur kuakui seharusnya aku menjaga jarak dengan Lisa karena akupun tahu dia sudah memiliki pacar. Namun, apa boleh dikata, cinta begitu kuat bagaikan maut... tidak ada yang dapat menahan kekuatan cinta itu sendiri.
Gelora asmara yang begitu menggebu-gebu didalam hati yang akhirnya membuahkan rasa ingin memiliki. Pikiran atau akal sehatpun tak ku gunakan asal aku memiliki kepuasan dalam diri ini. 

Maafkan aku Ibu ...
Ternyata aku tidak bisa menjadi seorang anak laki-laki yang kau banggakan
Maafkan aku Elin .... 
Ternyata aku tidak bisa memegang janjiku sebagai seorang laki-laki yang kau harapkan
Aku tidak bisa membedakan antara apa itu arti cinta sejati dan cinta karena nafsu....    
Aku mencintaimu Elin ...
Inilah isi hatiku

Semua tak sama.. Tak pernah sama
Apa yang kusentuh, apa yang kukecup
Sehangat pelukmu.. Selembut belaimu
Tak ada satupun yang mampu menjadi sepertimu
song by Padi

***