Selasa, 19 Maret 2013

Ketika Aku Berkata ...

Ketika aku berkata "Aku seorang Kristen"
aku tidak berteriak "Aku telah diselamatkan"
aku berbisik "Aku telah terhilang,sebab itu aku memilih jalan ini"

Ketika aku berkata "Aku seorang Kristen"
aku tidak berkata hal ini dengan kebanggaan, aku mengakui bahwa aku tersandung dan butuh seseorang untuk membimbingku

Ketika aku berkata "Aku seorang Kristen"
aku tidak mencoba menjadi kuat
aku mengaku bahwa aku lemah dan berdoa untuk mendapat kekuatan

Ketika aku berkata "Aku seorang Kristen"
aku tidak menyombongkan kesuksesan
aku mengakui bahwa aku gagal dan tidak pernah dapat membayar hutangku

Ketika aku berkata "Aku seorang Kristen"
aku tidak mengatakan menjadi orang yg sempurna, cacat celaku sangat terlihat,
tetapi Tuhan percaya bahwa aku berharga

Ketika aku berkata "Aku seorang Kristen"
aku masih merasakan sengatan kesakitan
aku mempunyai tempat membagi rasa sakitku
sebab itu aku mencari NamaNYA

Ketika aku berkata "Aku seorang Kristen"
aku tidak ingin menghakimi
aku tidak punya otoritas
aku hanya tahu bahwa aku dikasihi

Karena Allah telah berfirman:
"Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan 
Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." 
Ibrani 13:5b

Minggu, 17 Maret 2013

Mulut mu adalah harimau mu


Mmmmm.......benar juga yah, ungkapan ini, 
terkadang ada orang yang tidak tahu apa sebenarnya yang mereka katakan 
hanya terlihat bahwa orang tersebut pintar, pandai dan wah dalam pengetahuan
namun dalam aplikasi sehari-hari sangat jauh berbeda

aku heran aja masih ada orang seperti ini dalam dunia ini ^_^

Selasa, 12 Maret 2013

Tuhan-lah...

TUHAN-lah
yang membuatku mampu tersenyum walau menangis ..
untuk bertahan saat aku merasa hendak menyerah …
untuk berdoa saat aku kehabisan kata-kata ...
untuk mencintai walau hatiku hancur berkali-kali ..
untuk dapat mengerti walau tak satu pun yang kelihatan memberi arti ....
Segalanya menjadi mungkin,
Karena TUHAN-lah yang membuatku mampu untuk berbuat itu

Senin, 11 Maret 2013

To Know You More

Ketika orang lain melukai dan menyakiti hatiku, 
aku mengeluh pada Tuhan mengapa aku harus mengalami hal tersebut. 
Namun, melalui hal itu Tuhan mengajarkanku bagaimana melakukan perintahNya 
untuk mengasihi sesama seperti mengasihi diriku sendiri 
dan mengampuni seperti Tuhan mengampuni kesalahanku.

Terkadang aku merasa berjalan sendiri dan merasa beban yang aku pikul terlalu berat 
aku berpikir betapa kejamnya Tuhan membuat aku seperti ini. 
Namun, perlahan-lahan aku sadari bahwa akulah yang sombong, 
aku mengandalkan kekuatanku sendiri, 
sedangkan Firman Tuhan mengatakan diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan.

Saat situasi mulai tidak menyenangkan dan aku merasa semua orang membuatku marah 
dan tidak dapat bekerja sama, aku meledak-ledak dalam amarahku sendiri 
dan tanpa ku sadari hal itu membuat kondisi hatiku semakin memburuk, 
kemudian aku menyesal dan menyalahkan diriku karena tidak dapat berubah. 
Namun, lewat hal ini aku belajar menaati perkataanNya 
bahwa amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

Dalam keadaan baik aku memuji Tuhan 
dan semenit kemudian dengan lidah yang sama menghakimi 
atau bersungut-sungut ketika keadaan berubah menjadi tidak mengenakan. 
Namun, tegurannya membuat aku menyadari 
bahwa perkataanku dapat "membunuh" atau "membangun" diriku sendiri dan orang lain 
karena tidak boleh terjadi demikian : dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk.

"Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku" 
ayat ini yang mengajarkanku bagaimana melihat kasih Allah lebih dalam, 
dan merasakan betapa besar kasih yang Ia curahkan kepadaku 
dan memulihkan hatiku dari sakitnya ketika orang terdekatku menjauh saat kejatuhanku.

Aku pernah merasakan bagaimana rasanya ketika membutuhkan bantuan 
dan semua orang yang aku hubungi seakan lenyap ditelan bumi, 
aku hanya bisa menyalahkan mereka dan kehidupan. 
Dan tanpa aku sadari bahwa saat itu Tuhan sedang mengajarkanku mengandalkan Dia, 
hanya Dia saja seperti apa yang dikatakanNya 
supaya imanku tidak bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.

Beberapa tahun yang lalu, 
saat aku harus bekerja di tengah-tengah masa menimba ilmu, 
ketika aku tidak dapat menikmati masa remaja seperti teman-temanku yang lain 
karena kondisi keluargaku yang berbeda, aku sangat kecewa pada Tuhan. 
Namun, sekarang aku mengerti pengalaman pahit terdahulu yang aku telah lalui 
menjadikanku kuat hari ini.

Hari ini ketika aku memejamkan mata 
dan merenungkan lebih dalam karya-karya yang Tuhan ukir dalam hidupku,
air mataku mengalir dan mulutku penuh dengan ucapan syukur 
untuk setiap rasa pahit, getir, dan manis yang pernah aku rasakan, semua hal itu membuatku 
dapat membantu teman-temanku yang tengah mengalami hal-hal yang sama, 
dan aku tahu aku dapat memberi motivasi dan kesaksian bagi mereka 
bukan karena aku hebat, hanya karena Tuhan mengijinkanku mengalaminya terlebih dahulu 
dan tangan kasihNya selalu terulur bagiku.

Dan sekarang aku dapat berkata kepadaNya dengan segenap hatiku, 
untuk semua hal yang baik ataupun tidak baik yang pernah singgah dalam kehidupanku :
"Bapa, aku tidak akan menyesal telah lahir ke dunia. 
Yang akan menjadi penyesalan terbesarku adalah saat aku membuka mata pertama kali 
sampai aku menutup mata untuk terakhir kalinya, 
tetapi aku tidak pernah mengenalMu."

Jumat, 08 Maret 2013

Batu Nisan


Tidur, namun tidak beristirahat 
Mengasihi, namun tidak dikasihi 

Malam-malam yang panjang. Ranjang yang kosong. 
Sunyi. Tidak ada tanggapan terhadap pesan yang ditinggalkan.  
Tidak ada surat balasan. Tidak ada kasih yang dibagikan.

Berusaha membahagiakan, namun tidak bahagia 

Aku dapat mendengarkan beliung kekecewaan
"Berapa kali lagi harus aku katakan padamu?" Tok
"Engkau tidak akan pernah peduli." Tok.Tok
"Mengapa engkau tidak pernah melakukan hal yang benar?" Tok.Tok.Tok

Meninggal dunia sebagaimana kehidupannya -- sendirian

Memperoleh cincin, namun tidak pernah memperoleh hati;
Memperoleh kritikan, namun tidak pernah mendapatkan kesempatan;
Mempunyai ranjang, namun tidak pernah beristirahat  
  

Terus Terang

Terus teranglah dalam bertutur kata
biar hidupmu terang terus
Janganlah hidup didalam kegelapan

Karena terus terang, gelap tidaklah mengenakkan
Karena terus terang, gelap tidaklah menyenangkan
Karena terus terang, gelap tidaklah nyaman

Tidak kah kau pahami bahwa gelap itu
Membuat engkau tak dapat melihat
Membuat engkau tersandung
Membuat engkau terjatuh
Membuat engkau merasakan sakit
Membuat engkau tak merasakan hidup bebas

Jangan hidup dalam kegelapan
Seperti gelapnya malam pekat
Yang tanpa cahaya bintang
Yang tanpa sinar rembulan
Yang tanpa nyala lilin

Bayangkan jika hidupmu penuh dengan gelapnya malam
Tidakkah kau merindukan akan sinar?
Tidakkah kau merindukan akan cahaya?
Tidakkah kau merindukan akan Terang?

Hidup dalam Terang kan membuatmu bahagia,sukacita dan merdeka
Hidup dalam Terang tak membuatmu sedih,takut dan tertekan
Hidup dalam Terang membuatmu bergairah menjalani hidup
bahkan dalam hal yang menakutkan sekalipun
Hidup terus Terang membuatmu hidup dalam kebenaran
karena Terang itu adalah Kebenaran

Hmmmm..
Bagaimana dengan kamu?

#Perenungan dikala mati lampu :-)

Rabu, 09 Januari 2013

Aku pasti bisa



Mentari terbenam temani dalam kesendirianku
Temani aku dalam kepedihan ini
Ku bertahan

Mentari terbenam beri semangat baru tuk jiwaku
Beri kicauan merdu tuk hidupku ini
Ku bertahan

Aku pasti bisa
Menikmati semua dan menghadapinya
Aku yakin pasti bisa

Mentari terbenam beri semangat baru tuk jiwaku
Beri kicauan merdu tuk hidupku ini
Ku bertahan

Aku pasti bisa
Menikmati semua dan menghadapinya
Aku yakin pasti bisa

Aku pasti bisa
Menikmati semua dan menghadapinya
Aku yakin pasti bisa

Aku ingin lepaskan seluruh bebanku
Dan ku jalani hidupku dengan senyuman

Aku pasti bisa
Menikmati semua dan menghadapinya
Aku yakin pasti bisa
Dan ku jalani hidupku dengan senyuman